e-liput.luwuutarakab.go.id

Video Asset Management Kabupaten Luwu Utara

Soal Covid-19, Bupati Luwu Utara Tegaskan Situasi Luwu Utara Tanggap Darurat

Diunggah pada Selasa, 05/05/2020 01:54
Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani memimpin rapat koordinasi bersama seluruh camat, Danramil, Kapolsek dan Kepala Puskesmas. Rapat masih terkait agenda tanggap darurat #covid19 #corona #coronavirus di Luwu Utara. Dalam rapat saya menegaskan, siapapun masyarakat Luwu Utara yang baru datang dari perjalanan luar daerah, mudik/pulang kampung, akan ditetapkan langsung sebagai orang TGPP (Tanpa Gejala Pelaku Perjalanan) dan wajib melakukan karantina rumah selama 14 hari. Hal ini penting karena angka TGPP di Luwu Utara menyentuh 7003 orang. Meskipun warga yang baru datang memenuhi syarat misalnya memiliki surat keterangan rapid yang menunjukkan hasil negatif, juga menunjukkan identitas diri, TGPP harus tetap melaksanakan karantina rumah selama 14 hari. Jika tidak memungkinkan, karantina rumah, maka bawa ke rumah/tempat karantina yang disiapkan desa. Untuk itu, tidak ada lagi alasan bagi pemdes untuk tidak menetapkan rumah karantina di desa. Ini ditujukan bagi desa yang belum menetapkan lokasi karantina. Bukan hanya menyediakan rumah, Pemdes juga diminta untuk menunjuk penanggungjawab. Karena Di rumah karantina tersebut, warga tidak boleh ditinggalkan sendiri. Pemdes harus menunjuk penanggungjawab yang bisa diambil dari tim relawan desa Lawan covid-19 dan dapat dibiayai oleh dana desa. Intinya, kerahkan seluruh sumberdaya yang kita miliki, terlebih dengan status tanggap darurat. Saya sudah sampaikan sejak awal, dengan status tanggap darurat artinya seluruh potensi yang dimiliki harus diarahkan untuk penanganan covid-19. Kalau kita semua disiplin, masa tanggap darurat akan singkat. Tapi sebagus apapun kebijakan yang kita ambil, jika masyarakat tidak disiplin, maka bisa memperpanjang masa pandemi. Kedisiplinan masyarakat, juga harus dibarengi dengan edukasi yang dilakukan terus-menerus oleh semua pihak. Tidak ada satupun di antara kita yang tidak merindukan teman-teman, keluarga, merindukan kemeriahan ramadan, merindukan salat jamaah di masjid, salat tarawih, buka puasa bersama, kita semua merindukan itu. Tapi, jangan sampai kerinduan berbuah malapetaka yang jauh lebih besar sebab keselamatan warga adalah utama, di atas segalanya. Bagi yang muslim, ada hadist yang menegaskan, bahwa lebih baik dunia ini rusak daripada mencelakakan seorang muslim. Karena itu, mari kita lakukan introspeksi diri. Ini bukan tentang saya, ini bukan persoalan seseorang saja, tapi kita harus berpikir tentang kemaslahatan orang banyak. Salamaqi tapada salama🙏🙏 #viruscorona #cegahcovid19 #luwuutaratanggapdarurat